Laptop Touchscreen Lenovo Ideapad Flex 5i

Bukan Laptop Biasa

Ketika membayangkan ingin membeli laptop, kebanyakan dari kita pasti terbagi menjadi dua kategori: mereka yang membayangkan laptop kantoran semacam Lenovo Thinkbook for Teen dan mereka yang membayangkan laptop untuk gaming yang ukurannya gede seperti Lenovo Legion.

Ketika mau membeli juga biasanya menentukan pilihan harus antara kedua itu supaya pilihannya lebih terkerucut. Kalau laptop kantoran biasanya tipe yang enak dibawa-bawa, desainnya tidak norak, tetapi kurang power sedangkan laptop gaming powernya luar biasa tetapi tidak nyaman dibawa karena terlalu berat dan style-nya mencolok.

Ketika sedang proses memilih, pernah gak kamu kepikiran bahwa tipe laptop tidak hanya sebatas tipe kantoran vs tipe gaming tapi ada lagi laptop yang cara pakainya beda banget dengan keduanya? Nih, contohnya Lenovo Ideapad Flex 5i yang jenisnya biasa disebut laptop convertible atau laptop 2 in 1.

Ciri-ciri utamanya diantaranya:

  1. Layarnya touchscreen, meskipun laptop biasa juga ada yang touchscreen tetapi harganya pasti mahal. Berbeda dengan Ideapad Flex 5i ini yang harganya tidak sampai 10 juta.
  2. Berfungsi bisa sebagai laptop biasa dan layarnya bisa dilipat 360 derajat sehingga bisa berfungsi sebagai tablet dimana sistem operasinya bisa otomatis masuk ke mode tablet ketika laptop ditekuk.
  3. Dilengkapi dengan digital pen untuk memanfaatkan layar touchscreen lebih jauh seperti mencatat dengan tangan di aplikasi One note atau lainnya.

Dari awal pembelian laptop ini sudah dilengkapi dengan Microsoft Office Home Student 2019 yang berlaku seumur hidup. Untuk digital pen-nya menggunakan power dari satu baterai A4 dan dilengkapi holder juga untuk diselip ke slot USB type A supaya tidak jauh-jauh dari laptop sehingga memudahkan ketika misalnya kita butuh tanda tangan digital langsung di laptop tidak perlu ribet mencari lagi, sudah tercolok di samping.

Lalu apa keterbatasannya?

  1. Untuk menggambar atau bikin ilustrasi masih kurang karena color gamutnya masih kurang luas hanya 45% NTSC jadi lebih cocok untuk bikin ilustrasi sampai di level sketsa saja meskipun untuk corat coret cari ide atau brainstorming masih cocok.
  2. Dalam laptop yang berbobot 1.5 kg ini mesinnya punya 3 varian prosesor mulai dari Intel Core i3, i5, dan i7. Kita akan bahas varian yang paling terjangkau yaitu Core i3-nya. RAM nya 8 GB DDR4 yang disolder tidak bisa di-upgrade lagi. SSD PCIe NVMe 512 GB juga tidak bisa di upgrade.
  3. Untuk main game, hanya bisa untuk game ringan dan di-setting ke setting-an terendah. Power memang bukan andalan dari laptop ini, apalagi untuk varian yang terendahnya.
  4. Kelengkapan port standar tidak ada tambahan khusus.

Untuk beberapa kelebihannya yaitu:

  1. Dilengkapi privacy shutter dan fingerprint reader.
  2. Penempatan speaker ada di sebelah kanan kiri keyboard langsung menembak ke atas ke arah telinga, sehingga meskipun kualitas audio-nya biasa-biasa saja, tapi karena penempatan speaker yang bagus jadi hasil akhir suaranya lebih baik.

Nah, segitu dulu reviewnya, semoga sudah ketangkep ya apa bedanya antara laptop convertible dengan laptop biasa baik itu laptop profesional maupun laptop gaming. Yang pasti dia punya fungsi unik di bagian touchscreen, fleksibilitas layar yang bisa dilipat sampai jadi tablet.

Apakah Anda akan lebih condong memilih laptop dengan fleksibilitas tinggi seperti ini, atau masih lebih suka laptop biasa yang condong ke profesionalitas atau gaming?